Langsung ke konten utama

Postingan

MASA DEPAN ADA DI MASA LALU

Saya pernah membaca kalimat motivasi: “Your past doesn’t equal your future” atau “Masa lalu Anda tidak sama dengan masa depan Anda”. Maksud dari pernyataan ini adalah apa pun yang terjadi di masa lalu kita tidak menentukan masa depan kita. Benarkah demikian? Dulu saya menerima sepenuhnya pernyataan di atas. Dengan kata lain saya hakulyakin bahwa penyataan ini benar-benar benar. Namun, sekarang saya justru berpikir sebaliknya. Saat ini, saya tahu bahwa masa lalu sama dengan masa depan atau masa depan ada di masa lalu. Nah, bingung, kan? Kesimpulan ini saya dapatkan setelah memikirkan secara mendalam berbagai kasus yang pernah saya tangani dan juga pengalaman hidup serta perubahan yang terjadi pada begitu banyak alumnus pelatihan Supercamp Becoming a Money Magnet dan The Secret of Mindset yang saya selenggarakan. Ceritanya begini. Jika masa lalu tidak sama dengan masa depan, lalu mengapa ada begitu banyak orang yang sulit mencapai impian mereka? Mengapa mereka, yang telah berusaha sedemi...

Karakter dan Reputasi yang dipahami Andrias Harefa

Hubungan antara karakter dan reputasi dijelaskan oleh seorang bernama John Wooden dengan sangat tepat. Ia mengatakan, “Be more concerned with your character than your reputation, because your character is what you really are, while your reputation is merely what others think you are”. Dengan kata lain, karakter menyangkut innate image sementara reputasi menyangkut social image. Mengutamakan innate image ini berarti being true to yourself, jujur terhadap diri sendiri alias menjadi otentik, yang merupakan jalan satu-satunya untuk dapat membangun integritas sejati (baca: menjadi manusia yang utuh). Di era lahirnya––apa yang dengan tepat disebut oleh Yasraf Amir Piliang sebagai––sebuah dunia yang dilipat (baca: internet), tehnik-tehnik pencitraan telah menjadi komoditi yang dikonsumsi dengan lahap oleh siapa saja yang ingin dicitrakan secara positif untuk memperoleh atau melindungi kepentingan tertentu. Artinya ada upaya untuk mendahulukan reputasi melalui proses rekayasa yang canggih dan ...

7 Habit to Businness Success.. by Darell Zaboursky

The elusive dream of business success captures the imagination of aspiring and existing business owners everywhere. A vision of flowing profits, industry respect, thrilled customers, and a balanced life. This vision is only possible by developing habits that drive business success. Take the time to learn the 7 habits of business success. The 7 Habits of Business Success Habit 1. Cultivate Inner Networks: Entrepreneurs practicing the art of business success know the power of networks. They take the time to identify and build relationships with key peers, mentors, and advisors. This inner network provides support, direction, and an increased number of people to assist. Having an inner network of five people who have a network of five more, grows the network exponentially. Habit 2. Customer Centric: Business success requires an unwavering commitment to the customer. This commitment encompasses a mindset of understanding the customers' world. Understanding the customers wants and...

Potensi Diri .. dari Andri Wongso

Kekaguman saya terhadap 13 Bab Strategi Perang Sun Tzu serasa tak ada habisnya. Dan salah satu pelajaran berharga yang bisa kita tarik dari strategi hebat itu adalah aplikasinya bagi personal development kita. Dari pola strategic thinking yang dikembangkan Sun Tzu, kita bisa mengaplikasikannya dalam empat tahap pengembangan diri, yaitu: pertama, mengenali diri sendiri. Kedua, memposisikan diri. Ketiga, mendobrak diri. Dan keempat, aktualisasi diri. Mengenal diri sendiri adalah dasar dari tindakan-tindakan untuk mencapai sebuah cita-cita besar. Dalam 13 Bab Strategi Perang Sun Tzu dinyatakan, "Mengenal kekuatan dan kelemahan diri sendiri sekaligus mengetahui kekuatan dan kelemahan lawan, maka 100 kali berperang 100 kali menang." Sementara, "Mengetahui kekuatan dan kelemahan diri sendiri tetapi tidak mengetahui kekuatan dan kelemahan lawan, maka 100 kali berperang, 50 kali menang 50 kali kalah." Sebaliknya, "Tidak tahu kekuatan dan kelemahan diri sendiri maupun ...

Cinta dan Bahagia.. gimana sih?..

Banyak wanita yang gagal bercinta hanya karena soal sepele: lelaki-nya tidak sempurna. Padahal, kalau prianya sempurna, apa lagi yang dapat wanita itu lakukan? Di sinilah kesalahan banyak wanita, memandang pacaran atau pernikahan sebagai kebutuhan sosial, bukan pribadi, hanya lifestyle yang bisa dipamerkan: dan menolak ketaksempurnaan. Nobody's perfect , tak ada orang yang sempurna. Ungkapan itu bukan hanya digunakan sebagai pepatah dalam iklan kosmetik atau judul serial komedi situasi, melainkan harus dapat menjadi pandangan hidup Anda untuk memahami kelemahan orang lain. Termasuk calon pasangan hidup Anda. Arti maupun realitas ungkapan nobody's perfect ini sangat tepat untuk mengingatkan setiap manusia agar selalu bersikap wajar, apa adanya, dan menerima orang lain seadanya. Pepatah itu sangat berarti untuk menggambarkan bahwa tak ada manusia di muka bumi ini yang diciptakan sempurna. Begitu juga untuk urusan cinta. Misalkan saja dalam memilih pasangan. Janganlah terlalu ting...

Jilbab; Antara Kesucian dan Resistensi.. dari pandangan mbak Sri Rahayu Arman

Wacana publik tentang jilbab seringkali berputar-putar pada pertanyaan: Apakah ia sebuah ekspresi kultural Arab ataukah substansi ajaran agama; Apakah ia sebuah simbol kesalehan dan ketaatan seseorang terhadap otoritas agama ataukah simbol perlawanan dan pengukuhan identitas seseorang? Banyak feminis “beraliran” Barat memandangnya sebagai sebuah bias kultur patriarkhi serta tanda keterbelakangan, subordinasi dan penindasan terhadap perempuan. Wacana publik tentang jilbab seringkali berputar-putar pada pertanyaan: Apakah ia sebuah ekspresi kultural Arab ataukah substansi ajaran agama; Apakah ia sebuah simbol kesalehan dan ketaatan seseorang terhadap otoritas agama ataukah simbol perlawanan dan pengukuhan identitas seseorang? Banyak feminis “beraliran” Barat memandangnya sebagai sebuah bias kultur patriarkhi serta tanda keterbelakangan, subordinasi dan penindasan terhadap perempuan. Fatima Mernissi, misalnya, menggugat bahwa jilbab hanya menjadi penghalang yang menyembunyikan kaum wanita...

virus kegagalan... yg diketahui Ubaydillah, AN

Dalam perjalanan hidupnya setiap orang pasti pernah mengalami apa yang disebut sebagai kegagalan. Bahkan semakin sukses seseorang maka semakin sering orang tersebut mengalami berbagai kegagalan. Perbedaannya adalah pada orang-orang yang dikenal "sukses", mereka mampu menyadari akan kegagalan tersebut lalu segera membenahi diri dan menyusun rencana baru. Sebaliknya bagi orang-orang yang "gagal", mereka tidak menyadari akan kegagalan tersebut, cenderung terlena, tidak membenahi diri dan takut memulai sesuatu yang baru lagi. Selain itu orang-orang gagal cenderung terjebak dalam pola pikir negatif dan tidak mampu keluar dari lingkungan yang negatif. Apakah kegagalan terjadi dalam waktu yang tiba-tiba atau kah sama dengan apa yang disebut kesuksesan yang biasanya baru bisa dicapai setelah berjuang dalam kurun waktu tertentu dan terus-menerus? Lalu bagaimana kita harus menyiasati hal ini sehingga kita memiliki kemampuan untuk menyadari adanya "virus-virus" k...